Buka jam 08:00 s/d 18:00 , Libur Nasional & Minggu LIBUR.
Beranda » Blog Kios NASA » Cara Menanam Cabai Merah

Cara Menanam Cabai Merah

Diposting pada 8 Oktober 2018 oleh Gadang | Dilihat: 182 kali

Hallo sobat !! Selamat datang di website kami. Kami akan membagikan tips Cara Menanam Cabai Merah agar hasil melimpah dan kualitas bagus. Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai sering dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, cara budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll. PT Natural Nusantara (NASA) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas , kualitas dan kelestarian (K-3), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

cara menanam cabai merah agar hasil melimpah

A. Cara Menanam Cabai Merah – FASE PERTANAMAN

Pengolahan Lahan

  • Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 – 1 ton / 1000 m²
  • Diluku kemudian digaru (biarkan ± 1 minggu)
  • Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m²
  • Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
  • Siramkan larutan Supernasa ( 250 gr kedalam 3 liter air untuk kemidian dijadikan larutan induk, lalu setiap 500 liter air diberi dengan 200 cc (1 gelas) larutan induk, untuk disiramkan atau dikocorkan)
  • Campurkan GLIO 100 – 200 gr dengan 50 – 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
  • Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60cm pola zig zag (biarkan 1 – 2 minggu)

cara menanam cabai merah

Benih

  • Kebutuhan per 1000 m² = 10 gr benih cabai merah
  • Biji/benih direndam dengan POC NASA dosis 0,5 – 1 tutup dengan 1 liter air hangat kemudian di peram semalam.

Setelah fase tanam sudah Anda lakukan, Anda boleh ngopi-ngopi dulu & merilexkan badan agar untuk ke fase berikutnya kondisi Anda tetap semangat & Fress. Tidak harus lama-lama mari simak Menanam Cabai Merah agar hasil melimpah ke fase berikutnya.

B. Cara Menanam Cabai Merah – FASE PERSEMAIAN (0-30 hari)

Persiapan Persemaian

  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbai.
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3:1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25 – 50 kg pupuk kandang dan diamkan semalam ± 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4×6 cm atau contong daun pisang.

Penyemaian

  • Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah dan pupuk kandang matang yang telah disaring.
  • Semprot POC NASA dosis 1-2 tutup / tangki, umur 10 – 17 hari
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembapan.

Pengamatan Hama dan Penyakit

  • Penyakit Rebah semai (dumping off), gejala tanaman terkulai karena batang rusak, disebabkan oleh cendawan Phytium sp. dan Rhizoctania sp. cara pengendalian, tanaman yang terserang dibuang bersama tanahnya, mengatur kelembapan dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan ± 10 gr campur 10 liter air.
  • Penyakit Embun Bulu , ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yang disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
  • Penyakit kelompok virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosiak atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi : bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR.
  • Hama Daun Persik (Aphid sp.), perhatikan permukaan daun bagian atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi dibawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yang ditemukan, semprot dengan BVR.
  • Hama Thrip Pervispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran dibawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR untuk mengurangi penyebaran.
  • Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus), gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk meneball dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tangau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip.

C

C. Cara Menanam Cabai Merah – FASE TANAM

Pemilihan Bibit

  • Pilih bibit seragam , sehat , kuat dan tumbuh mulus
  • Bibit memiliki 5 – 6 helai daun (umur 21 – 30 hari)

Cara Tanam

  • Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
  • Plastik polibag dilepas.
  • Setelah penanaman selesai, tanaman langsing disiram/disemprot POC NASA 3-4 tutup/tangki.

Pengamatan Hama

  • Ulat Tanah (Agrotis ipsilon), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan telur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan VIREXI.
  • Ulat Grayak (Spodoptrera litura dan S. exigua), ciri ulat yang baru menetas/masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam dikedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva mamakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VIREXI.
  • Bekicot/siput. Makanan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari disekitar pertanaman (kadang dibawah mulsa) dan buang keluar areal.

D. Cara Menaman Cabai Merah – FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)

Penyiraman

  • Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.

Pemupukan

  • Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 – 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang. Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 : Jenis Pupuk 1 – 4 minggu ( kg ) 5 – 12 minggu ( kg ) Urea 7 56 SP-36 7 28 KCl 7 28 Catatan : – Umur 1 – 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi) – Umur 5-12 mg 8 kali aplikasi (± 14 tong/aplikasi) 3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.

Perempelan

  • Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 – 30 hr.

Pengamatan Hama dan Penyakit

  • Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha
  • Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak
  • Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat depan.
  • Kutu – kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
  • Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO
  • Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.
  • Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.

E. Cara Menanam Cabai Merah – FASE PANEN

  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran dilakukan sejak di lahan
  • Simpan ditempat yang teduh

Demikian tips cara menanam cabai merah yang bisa saya bagikan kepada Anda semua dimanapun berada. Jika Anda ingin berkonsultasi atau ingin info lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kontak kami yang ada di website ini. Dengan senag hati kami akan bantu Anda. Salam Sukses !!

Bagikan informasi tentang Cara Menanam Cabai Merah kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Menanam Cabai Merah | Kios NASA

Belum ada komentar untuk Cara Menanam Cabai Merah

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
STOK HABIS
Rp 18.000
Habis / MBS
SIDEBAR